bimbingan dan konseling

Pengertian Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan Konseling merupakan pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok. Agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasaran norma-norma yang berlaku. Bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara bersekenambungan , agar individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri. Sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar. Sedangkan konseling merupakan terjemahan dari counseling yaitu bagian dari bimbingan,baik sebagai pelayanan maupun secara teknik. Pelayanan counseling merupakan jantung dari usaha layanan bimbingan secara keseluruhan.

Bimbingan dan Konseling ini bertujuan untuk membantu individu membuat pilihan, penyesuaian dalam hubungannya dengan situasi-situasi tertentu. Membantu orang-orang menjadi insan yang berguna tidaknya hanya sekedar mengikuti kegiatan-kegiatan yang berguna saja. Jurusan bimbingan dan konseling ini juga untuk memperkuat fungsi-fungsi pendidikan.

Lahirnya Bimbingan dan Konseling di indonesia diawali dari dimasukkannya bimbingan dan konseling pada setting sekolah, pemikiran ini diawali sejak tahun 1960. Hal ini merupakan salah satu hasil konferensi fakultas keguruan dan ilmu pendidikan , yang kemudian menjadi ikip dimalang pada tanggal 20-24 agustus 1960. Pekembangan berikutnya tahun 1964 ikip bandung dan ikip malang mendirikan jurusan bimbingan dan penyuluhan. Hingga lahirnya SK menpan no 83/1993 tentang jabatan fungsional guru dari angka kreditnya yang didalam termuat aturan tentang bimbingan dan konseling disekolah. Disinilah pola pelaksanaan bimbingan dan konseling disekolah mulai jelas.

2. Peran Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Dalam kelangsungan perkembangan dan pertumbuhan anak didik, berbagai pelayanan di selenggarakan. Masing-masing pelayanan itu memiliki peran yang sangat berguna dan bermanfaat untuk memperlancar dan memberikan beak positive dalam proses perkembangan anak didik, khususnya dalam bidang tertentu yang menjadi fokus pelayanan yang dimaksud. Sebagai contoh peran guru dalam pelayanan pendidikan adalah mengajar, mendidik dan membimbing para siswa untuk memperoleh ilmu yang bermanfat dan dapat menggapai cita-cita yang di inginkan.

Seperti halnya pada pelayanan bimbingan dan konseling, konselor dalam hal ini guru BK berperen dalam upaya pemberian bantuan terhadap siswa agar bisa berkembang secara mandiri dan dapat menyelesaikan permasalahanya yang sedang dihadapi. Dengan adanya pelayanan bimbingan dan konseling, siswa dapat memperoleh keuntungan. Kegunaan, manfaat , keuntungan, atau jasa yang diperoleh dari adanya suatu pelayanan merupakan hasil dari terlaksananya fungsi pelayanan tersebut. Dengan demikian peran bimbingan dan konseling dapat diketahuai dengan melihat fungsi –fungsi pelayanan bimbingan konseling seperti yang ada di bawah ini:

  1. Fungsi pemahaman
  2. Fungsi pencegahan
  3. fungsi pengentasan
  4. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan.

Peran bimbingan konseling di sekolah dianggap sebagai polisi sekolah. Bimbingan dan konseling yang sebenarnya paling memiliki peran dalam pemeliharaan pribadi siswa, ditempatkan dalam konteks tindakan-tindakan yang menyangkut disipliner siswa. Memanggil, memarahi, menghukum adalah proses yang dianggap menjadi lebel bimbingan dan konseling di banyak sekolah. Dengan kata lain bimbingan dan konseling di posisikan sebagai musuh bagi siswa yang bermasalah. Namun ketika merujuk pada fungsi- fungsi yang ada dalam layanan bimbingan dan konseling, bahwasanya bimbingan dan konseling memiliki peran sebagai berikut:

Bimbingan koseling berperan dalam mendampingi siswa dalam bebrapa hal, yaitu:

  1. dalam perkembangan belajar di sekolah
  2. mengenal diri sendiri dan mengerti kemungkinan-kemungkinan yang terbuka bagi mereka.
  3. menentukan cita-cita dan tujuan dalam hidupnya serta menyusun rencana tujuan –tujuan tersebut.
  4. mengatasi masalah pribadi yang menggangu belajar di sekolah.

3.Asas-Asas Bimbingan dan Konseling

a.Asas Kesukarelaan

Proses bimbingan dan konseling hrarus berlangsung atas dasar kesukarelaan baik dari pihak konselor maupun dari pihak klien. Klien diharapkan secara suka rela menyampaikan masalah yang dihadapinya kepada konselor. Konselor juga hendaknya memberikan bantuan kepada klien denga iklas tampa ada paksaan.

b.Asas Keterbukaan

Dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling sangat diperlukan asas keterbukaan. Diharapkan masing-masing pihak yang bersangkutan bersedia membuka diri untuk kepentingan pemecahan masalah. Dalam hubungan yang bersuasana seperti itu, masing-masing pihak berstransparan atau terbuka terhadap pihak lainnya.

c.Asas Kerahasiaan

Segala sesuatu yang dibicarakan klien kepada konselor tidak boleh disampaikan kepada orang lain, lebih-lebih hal yang tidak layak diketahui orang lain. Asas kerahasiaan merupakan asas kunci dari pelaksanaan bimbingan dan konseling.

d.Asas Kekinian

Masalah individu yang ditanggulangi ialah masalah-masalah yang sedang dirasakan,bukan masalah yang sudah lampau dan juga masalah yang mungkin akan dialami dimasa yang akan datang.

e.Asas Keahlian

Asas keahlian selain mengacu pada kualifikasi konselor juga kepada pengalaman. Oleh karna itu, seorang konselor ahli harus benar-benar menguasai teori dan praktek konseling secara baik.

f.Asas Kedinamisan

Usaha pelayanan bimbingan dan konseling menghendaki terjadinya perubahan pada diri klien, yaitu perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik. Sesuatu yang lebih maju,dinamis sesuai dengan arah perkembangan klien yang dikehendaki.

g.Asas Keterpaduan

Disamping keterpaduan pada diri klien,juga harus diperhatikan keterpaduan isi dan proses layanan yang diberikan.

h.Asas Kemandirian

Pelayanan bimbingan dan konseling bertujuan menjadikan sipembimbing dapat berdiri sendiri tidak tergantung pada orang lain atau tergantung pada konselor.

i.Asas Alihtangan

Jika konselor sudah mengarahkan segenap kemampuannya untuk membantu individu,namun individu tersebut belum terbantu,maka konselor dapat mengirim individu tersebut kepada petugas yang lebih tinggi.

j.Asas Kegiatan

Konselor hendaknya membangkitkan semangat klien sehingga ia mampu dan mau melaksanakan kegiatan yang dipelukan dalam menyelesaikan masalah yang menjadi pokok pebicaraan dalam konseling.

k.Asas Kenormatifan

Usaha bimbingan dan konseling tidak boleh bertentangan dengan norma-norma yang berlaku,baik ditinjau dari norma agama,adat,hukum,ilmu,maupun kebiasaan sehari-hari.

l.Asas Tutwuri Handayani

Asas ini menunjukkan pada suasana umum yang hendaknya tercipta dalam rangka hubungan keseluruhan antara konselor dan klien.

Minggu, 09 Desember 2012

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN MEDIA DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING


Media dalam konseling antara lain adalah komputer dan perangkat audio visual. komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh konselor dalam proses konseling. Pelling (2002)menyatakan bahwa penggunaan computer(internet) dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir.hal ini sangat memungkinkan, karna dengan membuka internet,maka siswa akan dapat melihat banyak informasi atau data yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi lanjut atau pilihan karirnya.data atau informasi yang didapat melalui internet adalah data-data yang memiliki tingkat validitas tinggi.hal ini sangat beralasan karna,data yang ada di internet dapat dibaca oleh semua orang di muka bumi.sehingga kecil kemungkinan data yang di masukan berupa data-data sampah.sebagai contoh,saat ini dapat kita lihat di internet tentang profil sebuah perguruan tinggi.bahkan,informasi yang di dapat tidak sebatas pada perguruan tinggi saja,tetapi bisa sampai masing-masing program studi dan bahkan sampai pada kurikulum yang dipergunakan oleh masing-masing program studi.data-data yang didapat oleh siswa pada akhirnya menjadi suatu dasar pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan. Tentu saja, pendampingan  konselor sekolah dalam hal ini sangat diperlukan.
Penggunaan media power point
Manfaat penggunaan media dalam konseling
Tidak dapat disangkal bahwa saat ini kita hidup dalam dunia teknologi.hampir seluruh sisi kehidupan kita bergantung pada kecanggihan teknologi,terutama teknologi komunikasi.bahkan,menurut pelling(2002)ketergantungan kepada teknologi ini tidak saja dikantor,tetapi sampai di rumah-rumah.komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh konselor dalam proses konseling.pelling(2002)menyatakan bahwa penggunaan computer (internet)dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir.
Penggunaan computer di kelas sebagai media  bimbingan dan konseling akan memiliki beberapa keuntungan seperti yang dinyatakan oleh baggerly sbb;
Akan meningkatkan kreativitas, meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran, sehingga kelas akan menjadi lebih menarik
Akan meningkatkan kunjungan ke website, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa
Konselor akan memiliki  pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan
Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan email
Tidak akn memunculkan kebosanan
Dapat di temukan silabus, kurikulum dan lain sebagainya melalui website
Terdapat pengaturan yang baik
Selain penggunaan internet, dapat dipergunakan pula software seperti Microsoft power point.software ini dapat membantu konselor dalam menyampaikan bahan bimbingan secara lebih interaktif.konselor dituntut untuk dapat menyajikan bahan layanan dengan mempergunakan imajinasinya agar bahan layanannya tidak membosankan.program software powerpoint memberikan kesempatan bagi konselor untuk memberikan sentuhan -sentuhan seni dalam bahan layanan informasi.melalui program ini,yang ditayangkan  tidak saja berupa tulisan-tulisan yang mungkin sangat membosankan,tetapi dapat juga ditampilkan  gambar-gambar dan suara-suara yang menarik yang tersedia dalam program power point
Penggunaan Poster
Poster adalah plakat yang dipasang di tempat umum yang berupa pengumuman atau iklan.perbedaan antara iklan dan poster adalah poster lebih mementingan gambar,sedangkan iklan lebih mementingkan susunan kata.isi poster biasanya berupa promosi suatu produk terbaru dari suatu perusahaan, penyampaian informasi kepada masyarakat,seperti KB,penghijauan,atau tata tertib lalu lintas.
Gambar-gambar yang dirancang sedemikian rupa sehingga menarik perhatian,sedikit menggunakan kata-kata,dicetak pada sehelai kertas/bahan lain yang ditempelkan pada tempat tertentu.
Sebuah poster harus didesain menggugah/menarik perhatian khalayak terhadap suatu isu,sehingga dapat menyampaikan  pesan secara tepat.
Manfaat poster ini berfungsi untuk mengumumkan sesuatu yang sifatnya bukan untuk keperluan mencari keuntungan atau memudahkan seorang guru pembimbing dalam memberikan suatu layanan kepada individu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar